.muncul{opacity:1 !important;transform:none !important}

Cek plagiarisme: kemiripan dan plagiat bukan hal yang sama

Alat pemeriksa mengeluarkan satu angka, dan angka itu paling sering disalahpahami. Halaman ini menjelaskan apa yang sebenarnya diukur, apa yang membuatnya naik tanpa kamu berbuat salah, dan bagian mana dari laporan yang benar-benar perlu kamu baca.

Yang diukur mesin, dan yang tidak

Pemeriksa kemiripan bekerja dengan mencocokkan rangkaian kata. Ia menandai potongan teks kamu yang sama atau hampir sama dengan teks di sumber lain, lalu menjumlahkan panjangnya menjadi satu persentase.

Ia tidak membaca maksud, tidak memeriksa apakah kutipan sudah ditulis dengan benar, dan tidak tahu bagian mana yang memang seharusnya sama. Karena itu angka tinggi belum tentu pelanggaran, dan angka rendah belum tentu aman. Plagiarisme adalah penilaian akademik; kemiripan cuma pengukuran.

Apa yang biasanya menaikkan angka tanpa kamu berbuat salah

Daftar pustaka

Judul, nama penulis, dan penerbit memang harus sama persis dengan aslinya. Di naskah dengan puluhan rujukan, bagian ini saja bisa menyumbang porsi yang terasa.

Kutipan langsung

Kutipan yang kamu tandai dan sebutkan sumbernya tetap terbaca sebagai teks yang sama. Secara akademik benar, secara pencocokan tetap cocok.

Frasa baku dan istilah teknis

Nama undang-undang, nama lembaga, rumus, definisi standar, dan kalimat metodologi yang memang punya bentuk baku akan bertemu ribuan naskah lain.

Templat dari kampus

Halaman pengesahan, pernyataan orisinalitas, dan format bab bawaan kampus dipakai semua mahasiswa di kampus yang sama, jadi wajar saling cocok.

Cara membaca laporannya

Angka besar di halaman depan laporan adalah bagian yang paling tidak berguna kalau berdiri sendiri. Yang menentukan ada tidaknya masalah adalah tiga hal di bawah, dan semuanya butuh kamu membuka isi laporannya.

  1. Lihat sebaran, bukan totalnya

    Kemiripan 20% yang tersebar tipis di seluruh naskah punya arti sangat berbeda dari 20% yang menumpuk sebagai satu blok utuh di satu subbab. Yang kedua jauh lebih perlu diperiksa.

  2. Periksa sumber teratas satu per satu

    Laporan mengurutkan sumber berdasarkan besar kecocokan. Kalau sumber teratas adalah naskah orang lain yang topiknya sama, buka bagian itu dan bandingkan kalimatnya. Kalau sumber teratas adalah situs resmi yang memang kamu rujuk, biasanya tidak ada yang perlu diperbaiki.

  3. Pisahkan yang wajar dari yang perlu ditulis ulang

    Kecocokan pada daftar pustaka, kutipan bertanda, dan istilah baku umumnya wajar. Kecocokan pada kalimat analisis, pembahasan, dan kesimpulan adalah bagian yang seharusnya khas milikmu — di sanalah revisi paling berguna.

Filter mengubah angkanya, bukan naskahnya

Empat filter bisa kamu atur sebelum pemeriksaan: kecualikan daftar pustaka, kecualikan kutipan, abaikan sumber di bawah ambang tertentu, dan abaikan kecocokan yang lebih pendek dari sekian kata. Dua yang pertama menyala secara bawaan.

Perlu jujur soal ini: filter tidak memperbaiki apa pun. Ia hanya menentukan bagian mana yang ikut dihitung. Kalau kampus kamu memakai pengaturan berbeda, angka mereka akan berbeda pula. Gunakan filter untuk melihat lebih jelas, bukan untuk mengecilkan angka.

Rincian tiap filter beserta nilainya ada di halaman jasa cek similarity.

Pertanyaan soal skor

Skor kemiripan 25% itu berarti saya plagiat?
Belum tentu. Angka itu hanya menyatakan seberapa banyak teks kamu cocok dengan sumber lain. Daftar pustaka, kutipan yang ditulis dengan benar, istilah baku, dan nama lembaga semuanya ikut terhitung. Yang menentukan ada tidaknya pelanggaran adalah isi kecocokannya, bukan besar angkanya.
Berapa skor yang aman supaya lolos?
Tidak ada angka universal, dan siapa pun yang menyebut satu angka pasti sedang menebak. Batasnya ditentukan masing-masing kampus atau program studi, sebagian menetapkan angka tertentu, sebagian menilai per bagian, sebagian menyerahkannya ke pembimbing. Tanyakan aturan yang berlaku di tempat kamu.
Kalau skornya 0%, berarti aman?
Tidak otomatis. Mesin hanya mencocokkan teks. Gagasan yang diambil tanpa disebutkan sumbernya, tapi ditulis ulang dengan kalimat sendiri, tidak akan muncul sebagai kecocokan — padahal secara akademik itu tetap masalah.
Kenapa daftar pustaka saya ikut terhitung?
Karena judul, nama penulis, dan nama penerbit memang sama persis dengan yang tertulis di sumber aslinya. Filter kecualikan daftar pustaka dibuat untuk itu, dan di sini filter tersebut menyala secara bawaan.
Mematikan filter membuat naskah saya jadi lebih bersih?
Tidak. Filter hanya mengubah apa yang ikut dihitung dalam laporan; teksnya sendiri tidak berubah. Kalau kampus memakai pengaturan filter yang berbeda, angka yang mereka lihat juga akan berbeda dari yang kamu lihat di sini.

Lihat sendiri isi laporannya sebelum naskah kamu dinilai orang lain.