Cek Turnitin tanpa akun kampus
Turnitin itu sebenarnya mengerjakan apa
Turnitin membandingkan naskah kamu dengan tiga hal: halaman web yang pernah dirayapinya, koleksi jurnal dan terbitan berlangganan, serta naskah-naskah yang pernah dikirim institusi lain ke bank datanya. Hasilnya sebuah laporan yang menandai bagian mana yang mirip dengan sumber mana.
Yang penting dipahami: mesin ini mencocokkan teks, bukan menilai kejujuran. Ia tidak tahu mana kutipan yang kamu tulis dengan benar dan mana yang tidak. Angka yang keluar adalah ukuran kemiripan, dan menafsirkannya tetap pekerjaan manusia.
Cara membaca angka itu dibahas terpisah di halaman cek plagiarisme.
Kenapa mahasiswa sulit mengaksesnya sendiri
Hambatannya bukan teknis, melainkan cara produknya dijual. Tiga hal ini yang paling sering bikin mentok:
Lisensinya milik institusi
Turnitin memberi akses ke universitas, bukan ke perorangan. Tidak ada paket eceran yang bisa dibeli mahasiswa langsung.
Jatahnya terbatas
Di banyak kampus pengecekan hanya boleh beberapa kali, kadang hanya lewat dosen pembimbing. Merevisi lalu mengecek ulang jadi mahal secara jatah.
Hasilnya tercatat
Pengecekan lewat jalur kampus menempel pada namamu. Melihat kondisi naskah lebih dulu, sebelum tercatat, adalah alasan paling umum orang mencari jalur lain.
Cara mengecek tanpa akun institusi
Di sini naskah kamu diperiksa lewat akun berlisensi milik kami, lalu laporannya diserahkan apa adanya. Kamu tidak perlu akun Turnitin, dan tidak perlu akun di situs ini juga.
Unggah naskah
Format PDF, DOCX, DOC, atau TXT, maksimal 25 MB per berkas. Filter daftar pustaka dan kutipan bisa diatur di sini.
Bayar Rp 4.000
Scan QRIS. Kalau kamu punya akun, bisa juga dipotong dari saldo atau kuota. Pembayaran dicocokkan otomatis.
Unduh laporan
Laporan kemiripan berbentuk PDF, rata-rata siap 0–3 menit setelah pembayaran masuk.
Kenapa mode No Repository penting di sini
Kalau sebuah naskah dikirim ke Turnitin dalam mode biasa, ia ikut disimpan ke bank data. Pengecekan berikutnya atas naskah yang sama akan menemukan salinan itu dan melaporkannya sebagai kemiripan — naskah kamu bertabrakan dengan dirinya sendiri.
Untuk pengecekan mandiri sebelum penyerahan resmi, itu justru merusak. Karena itu semua pemeriksaan di sini memakai mode No Repository: naskah diperiksa, tapi tidak ditinggalkan di bank data.
Tidak masuk bank data
Naskah kamu tidak jadi sumber pembanding untuk pengecekan siapa pun, termasuk pengecekan kamu sendiri nanti di kampus.
Bisa dicek berulang
Karena tidak tersimpan, merevisi lalu mengecek ulang tidak membuat skor melonjak akibat versi sebelumnya.
Naskah dihapus
Berkas yang kamu unggah dihapus dari server setelah pesanan selesai atau tenggat bayarnya lewat. Rinciannya ada di kebijakan privasi.
Pertanyaan soal akses
- Apakah saya bisa punya akun Turnitin sendiri?
- Secara umum tidak. Turnitin menjual lisensinya ke institusi — universitas, sekolah, penerbit — bukan ke perorangan. Akun yang beredar atas nama pribadi biasanya akun kampus yang dipinjamkan, dan naskah yang masuk lewat sana ikut tersimpan di bank data kampus tersebut.
- Kalau kampus saya sudah menyediakan Turnitin, kenapa masih perlu mengecek di luar?
- Karena jatah pengecekan di kampus biasanya terbatas dan hasilnya tercatat. Banyak mahasiswa memakainya untuk melihat kondisi naskah lebih dulu, memperbaiki bagian yang perlu diperbaiki, baru mengirim ke jalur resmi kampus.
- Naskah saya ikut tersimpan setelah dicek di sini?
- Tidak. Semua pemeriksaan berjalan dalam mode No Repository, jadi naskah kamu tidak dimasukkan ke bank data. Waktu naskah yang sama dicek lagi lewat kampus, ia tidak akan bertemu dirinya sendiri sebagai sumber.
- Saya harus daftar akun dulu?
- Tidak wajib. Kamu bisa memesan cukup dengan nomor WhatsApp, lalu melacak pesanannya lewat kode order di halaman cek status. Akun berguna kalau kamu ingin riwayat tersimpan dan membayar dari saldo atau kuota.
- Berapa biayanya?
- Rp 4.000 per dokumen, dibayar per pemeriksaan. Tidak ada langganan dan tidak ada biaya pendaftaran.
Sudah paham cara kerjanya? Naskah kamu bisa dicek sekarang.