.muncul{opacity:1 !important;transform:none !important}

Turnitin vs iThenticate

Keduanya dibuat perusahaan yang sama dan memakai mesin pencocokan yang sama. Jadi pertanyaan “mana yang lebih akurat” hampir selalu salah sasaran. Yang benar-benar membedakan adalah basis data pembandingnya dan siapa yang dilayani — dan itu menentukan mana yang cocok untuk naskahmu.

Berdampingan

Baris yang paling menentukan ada di paling bawah: yang diakui kampus. Sebagian besar keputusan berhenti di situ.

Perbandingan Turnitin dan iThenticate menurut sasaran pemakai, basis data, deteksi AI, dan cara pembelian.
AspekTurnitiniThenticate
Sasaran pemakaiKampus dan sekolah, untuk pekerjaan mahasiswaPenerbit, peneliti, lembaga — naskah bertaruhan tinggi
Naskah yang lazim diperiksaTugas, makalah, skripsi, tesisArtikel jurnal, proposal hibah, laporan resmi
Kekuatan basis dataHalaman web dan arsip naskah mahasiswa antar-institusiJurnal berlangganan lewat Crossref, ProQuest, CORE
Deteksi tulisan AITergantung lisensi kampusTambahan berbayar; tidak tersedia di kredit perorangan
Cara membeli sendiriUmumnya tidak dijual eceran ke peroranganKredit perorangan tersedia, dihitung per naskah
Yang diakui kampusYa, bila dari produk yang dilanggan kampusUmumnya tidak dipakai sebagai penilaian tugas

Pilih berdasarkan tujuan naskahmu

Bukan berdasarkan mana yang terdengar lebih bergengsi. Dua keadaan ini mencakup hampir semua orang yang sampai ke halaman ini:

Naskahmu menuju kampus

Skripsi, tesis, atau tugas. Yang dinilai adalah laporan dari produk yang dilanggan kampusmu. Periksalah dengan Turnitin dalam mode No Repository supaya naskahmu tidak bertabrakan dengan dirinya sendiri saat diperiksa ulang lewat jalur resmi.

Naskahmu menuju jurnal

Artikel atau proposal. Penerbit banyak memakai iThenticate lewat jalur Crossref, jadi menyaring dengan basis data yang sama lebih mendekati apa yang akan mereka lihat.

Satu hal yang tidak dibedakan keduanya

Baik Turnitin maupun iThenticate tidak menilai apakah kamu menjiplak. Keduanya mencocokkan teks dan melaporkan kemiripan. Kutipan yang ditulis dengan benar tetap terhitung mirip, dan penafsirannya tetap pekerjaan manusia.

Karena itu angka yang keluar bukan vonis. Cara membacanya dibahas di halaman cek plagiarisme. Kalau istilah “V2” yang membawamu ke sini, latar belakangnya ada di halaman Turnitin V2.

Pertanyaan soal perbandingan

Mana yang lebih akurat, Turnitin atau iThenticate?
Pertanyaannya tidak bisa dijawab dengan satu nama, karena keduanya memakai mesin pencocokan yang sama dari perusahaan yang sama. Yang berbeda adalah basis data pembandingnya. Untuk naskah berbahasa Indonesia yang sumbernya kebanyakan halaman web dan repositori kampus, cakupan jurnal berlangganan iThenticate jarang jadi penentu.
Kampus saya minta skor Turnitin. Boleh saya kirim laporan iThenticate?
Sebaiknya tanyakan langsung ke kampusmu, tetapi umumnya tidak. Kampus menilai berdasarkan laporan dari produk yang mereka langgani sendiri. Laporan dari basis data berbeda menghasilkan angka yang tidak setara, dan menyerahkannya justru menimbulkan pertanyaan tambahan.
Kalau naskah saya untuk jurnal, apakah wajib pakai iThenticate?
Tidak wajib, tetapi masuk akal. Banyak penerbit memeriksa naskah masuk lewat iThenticate melalui jalur Crossref, jadi menyaring lebih dulu dengan basis data yang sama mengurangi kejutan saat penelaahan.
Apakah naskah saya tersimpan di kedua-duanya?
Tergantung pengaturan akun yang dipakai, bukan tergantung produknya. Keduanya punya mekanisme repositori. Yang penting ditanyakan adalah apakah pemeriksaan dijalankan dalam mode yang tidak menyimpan naskah — di layanan ini, semua pemeriksaan memakai mode No Repository.

Untuk skripsi dan tesis, pengecekan Turnitin di sini Rp 4.000 per dokumen.